DPRD KOTIM 

DPRD Dukung Pemkab Wujudkan Swasembada Daging

Ilustrasi (net)

Sampit- Legislatif Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mendorong pemerintah daerah setempat menggalakkan program agribisnis salah satunya meningkatkan produktifitas dan populasi sapi mendukung Kotim berswasembada daging.

Ketua Komisi II DPRD Kotim, Rudianur, selasa (11/7) disampit mengatakan, Pemanfaatan potensi yang ada khususnya di sektor ini, seperti pembudidayaan peternakan sapi potong diintegrasikan dengan pertanian, yakni memanfaatkan limbah jerami untuk pakan ternak, dan kedua bidang ini bisa sinergis dan menjadikan hasil yang optimal,” katanya.

Dikatakannya, pelaksanaan program peternakan terintegrasi di Kabupaten Kotawaringin Timur diyakini mampu menjadikan masyarakatnya mandiri dan sejahtera, yang semua itu merupakan buah dari peran semua pihak utamanya kesadaran masyarakat setempat dan pemerintah daerah.

Menurut Rudianur, dalam penerapan program intensifikasi peternakan di Kabupaten Kotawaringin Timur masih tergolong belum maksimal, meski demikian tetap diharapkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok-kelompok di setiap desa sudah mempunyai komunitas yang jelas sehingga kedepannya memudahkan pemerintah daerah dalam pemberian pendampingan dan pembinaan.

Atas kesadaran yang tinggi dan sikap kemandirian yang dimiliki, lanjut Politisi Golkar ini, akan memudahkan peran pemerintah daerah, sehingga tugas dan beban yang diembanpun tidak terlalu besar, yakni dukungan atau support berupa pembinaan dan pendampingan dengan memfasilitasi tenaga-tenaga penyuluh.

“Jadi pemerintah daerah tidak lagi harus mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan pembelian sapi atau bibit (anak sapi), semua itu sudah disiapkan masyarakat secara mandiri, dan tugas pemerintah daerah memberikan bantuan pendukung saja seperti pembuatan kandang secara kolektif, menyiapkan tenaga penyluh lapangan, dan pelatihan-pelatihan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur (Kotim) I Mada Dikantara menyatakan, jika daerah ini menginginkan swasembada daging maka harus ada sekitar 30 ribu ekor sapi yang mampu berkembang biak.

Untuk mengupayakan hal tersebut, ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sudah menyalurkan 100 ekor sapi betina produktif yang dibagikan guna memperbanyak populasi sapi di Kotim.”Ada bantuan pengadaan sapi sebanyak 200 ekor, 100 ekor baru diadakan, sisanya masih dalam proses lelang pengadaan,” kata Made, belum lama ini.

Menurutnya, Kotim saat ini memang sedang mengupayakan untuk swasembada berbagai macam kebutuhan pokok, salah satunya daging, yang akan dilakukan secara bertahap karena diberikan secara gratis namun dengan tahap dan tidak boleh dipotong.

“Namanya pembibitan harus dikembangkan agar populasi bertambah. Kalau betina produktif tidak boleh dijual.Kita buat perjanjian untuk itukepada penerima bantuan,”katanya.

Ia menambahkan, untuk mekanisme pengembangbiakan sapi dari pengadaan pemerintah tersebut akan diserahkan kepada petani sapi yang ada di Kotim secara bergulir.”Sapi yang diserahkan dipelihara dan dikembangbiakan, ketika punya anak induknya digulirkan ke petani lain,”tutupnya.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment