DPRD KOTIM 

Dukung Polisi Tangkap Pemilik Kayu Ilegal

Foto-Ketua dewan perwakilan rakayat daerah kabupaten kotawaringin timur Jhon Krisli.(Setwan)

Sampit,- Ketua dewan perwakilan rakayat daerah kabupaten kotawaringin timur Jhon Krisli mendukung langkah kepolisian dalam membongkar sindikat mafia ilegaloging dikabupaten kotawaringin timur ,sebab selama ini untuk kayu ulin tidak ada aturan atau ijin yang membenarkan itu bisa dijual belikan,

“Jika benar itu kayu ulin temuan saja kenapa itu didalam truck artinya sopirnya sudah kabur dan polisi bisa saja menlusuri lebih jauh siapa poemilik truck yang mengakut kayu itu dan nantinya pasti ketemu  pemilik kayu itu,‘’ujar Jhon Krisli selasa (4/7) disampit.

Namun tambahnya pihak nya sebagai wakil rakyat sangat percaya dengan pihak penegak hukum dan DPRD Kotim sangat mendukung pihak kepilisian untuk menangkap pemilik kayu itu jangan sampai ini memnjadi contoh yang tidak baik dikemudian hari.

“Jelas truck itu kan ada surat suratnya serta plat kh nya juga pemiliknya tinggal tanyakan saja kepada pemilik truck itu kayu siapa yang dia angkut ,artinya tidak sulit mencari pemiliknya ,oleh sebab itu kita tunggu langkah pihak penegak hukum dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut,”tutur Jhon.

Sementara dikonfirmasi sebelum nya Kapolres Kabupaten Kotawaringin Timur AKBP Muchtar Supiandi Siregar membenarkan bahwa pihaknya , mengamankan enam truk tanpa sopir, bermuatan kayu ulin yang diduga ilegal.“Truknya sudah kami amankan. Saat ini anggota kami sedang mencari sopir dan pemilik truk serta kayu ulin tersebut,” kata Kapolres AKBP Muchtar Supiandi Siregar.

Temuan kayu bernilai ekonomi tinggi itu berawal dari laporan masyarakat. Saat itu, ada warga yang melihat enam truk sedang terparkir di tepi jalan kawasan Jalan Poros Perusahaan PT BSK Blok 028 Desa Sebabi Kecamatan Telawang.Enam truk itu bermuatan kayu, kemudian ditutup menggunakan terpal, diduga agar tidak mengundang kecurigaan polisi. Setelah mendapat laporan, jajaran Polsek Kotabesi langsung ke lokasi, sayangnya para sopir diduga kabur ketika mengetahui kedatangan petugas.

Petugas sudah berusaha mencari sopir keenam truk tersebut namun tidak membuahkan hasil. Truk yang dalam kondisi terkunci akhirnya dibuka paksa dan dibawa ke kantor Polsek untuk kepentingan penyelidikan petugasHasil pemeriksaan, setiap truk bermuatan sekitar delapan meter kubik kayu ulin dalam bentuk kayu masak atau olahan. Saat ini kayu bernilai lebih dari Rp100 juta itu di bawah pengawasan Kepolisian untuk dijadikan barang bukti.

“Ini akan didalami apakah ada dokumennya atau tidak. Dari sana nanti akan terlihat seperti apa,” Muchtar.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment