DPRD KOTIM 

Pilih Figur Calon Sekda Yang Mampu Jadi Panutan

ilustrasi (net)

Sampit,-Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur untuk menggantikan Sekda Putu Sudarsana yang akan memasuki masa pensiun, hendaknya dilakukan secara profesional, transparan serta steril dari politisasi, titip- menitip, dan politik uang.

Untuk itu, panitia seleksi (pansel) diharapkan lebih selektif menyaring figur-figur yang memiliki track record (rekam jejak) yang bersih dari berbagai aspek sehingga nantinya figur terpilih bakal mampu menjadi panutan bagi bagi seluruh ASN di lingkup Pemkab Kotim.

Sesuai aturan penunjukan Sekda Kotim akan menjadi wewenang sepenuhnya Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran. Dalam skemanya, gubernur yang bakal memilih satu di antara tiga calon yang diajukan Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli, Senin (3/7)  disampit.

Jhon Krisli menegaskan, dalam setiap proses seleksi tentu ada persyaratan sesuai aturan seperti UU yang mengatur tentang aparatur sipil negara (ASN). Seleksi juga melibatkan panitia internal dan eksternal yang diharapkan akan melaksanakan seluruh tahapan seleksi dengan baik untuk menghasilkan figur Sekda yang punya kapasitas, kapabilitas, kemampuan organisatoris, dan menguasai sistem administrasi pemerintahan.

Proses seleksi juga diharapkan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. “Kalau bisa penjaringan dilakukan secara terbuka. Wawancara terbuka agar masyarakat juga bisa ikut menilai,” harapnya.

Pansel, tegas Jhon, tidak boleh berproses secara tertutup dan pada akhirnya hanya main tunjuk orang untuk menjadi Sekda. Sebab, jabatan Sekda ‘membawahi’ seluruh PNS dengan tugas-tugas administrasi kepemerintahan dan kepegawaian yang harus dijalankan dengan baik.

Bukan Jabatan Politis

Sedangkan Muhammad Shaleh Anggota Komisi IV DPRD Kotim mengatakan, jabatan sekda bukan jabatan politik. Oleh karena itu, proses seleksinya pun harus dilaksanakan secara profesional dan bersih dari intrik-intrik politik agar menghasilkan figur Sekda yang profesional.

Ia berharap, sekda terpilih nanti bisa lebih baik dari Sekda Putu Sudarsana yang selama ini telah mampu membangun komunikasi yang baik dan menguasai setiap persoalan administrasi kepemerintahan dan pembangunan. Keberadaannya pun mendapat tanggapan positif dari kalangan pimpinan dan anggota dewan.

“Karena itu diharapkan yang berikut ini diproses seleksinya jauh dari kepentingan politik. Jangan politisasi birokrasi karena akan salah dan merusak tatanan pemerintahan,” tegas Shaleh.

Bagi Politisi senior PAN itu, selain karena jabatan sekda bukan jabatan politis, seorang calon sekda harus memiliki rekam jejak pribadi dan karya yang baik. Karena sekda adalah jabatan tertinggi dalam birokrasi pemerintahan.

“Sekda itu tidak hanya figur yang mampu secara manajerial administrasi pemerintahan saja, namun juga harus mampu menjembatani kepentingan eksekutif dengan legislatif. Dan yang paling penting, sekda itu panutan semua ASN Pemkab Kotim. Oleh karenanya pansel harus benar-benar selektif,” tandas Shaleh.

Sementara itu informasi yang dihimpun sejauh ini berkembang sejumlah nama yang disebut-sebut bakal meramaikan proses seleksi Sekda menggantikan Putu Sudarsana, mereka di antaranya adalah Halikinoor yang saat ini menjabat sebagai Asisten II, Sanggul Lumban Gaol Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Suparmadi Kepala Dinas Pendidikan, dan terakhir Ir Jakatan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan.

Dari keempat nama tersebut yang memiliki peluang besar ada dua orang, yakni Halikinoor dan Sanggol Lumban Gaol. Kedua pejabat yang berpeluang menjadi Sekda tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Untuk Halikinoor, kelebihannya adalah memiliki dan mampu membangun hubungan baik dengan pihak legislatif, namun yang bersangkutan lemah dalam menganbil setiap keputusan atau kurang memiliki ketegasan dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

Sedangkan Sanggul Lumban Gaol, kurang memiliki hubungan baik dengan legislatif, namun yang bersangkutan memiliki keberanian dan ketegasan setiap mengambil keputusan.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: