DPRD KOTIM 

Evaluasi Kembali Izin Tuks Dan Tersus Di Kotim

Foto-Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng Hari Rahmad Pancasetya.(net)

Sampit,3/7– Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng Hari Rahmad Pancasetya meminta pemerintah daerah itu untuk mengevaluasi kembali perizinan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri dan Terminal Khusus yang ada di wilayah tersebut.

“Ada indikasi penyalah gunaan izin, dan tidak sesuai dengan peruntukan, sehingga mengakibat kerugian daerah dan negara, untuk itu perlu ada evaluasi,” katanya di Sampit, Senin (3/7).

Hari mengungkapkan, evaluasi sendiri sangat penting di lakukan guna mengetahui secara pasti izin yang dimiliki sudah sesuai dengan peruntukan atau tidak.

Banyaknya TUKS dan Tersus yang beroperasi di wilayah Kotawaringin Timur juga menyulitkan pengawasan, sehingga rawan disalah gunakan.

Menurut Hari, sesuai ketentuan, TUKS seharusnya hanya dipergunakan untuk aktivitas bongkar muat hasil produksi sebuah perusahaan, namun fakta dilapangan hal itu tidak terjadi di Kotawaringin Timur.

TUKS di Kotawaringin Timur dipergunakan untuk aktivitas bongkar muat, semen, pupuk dan barang lainnya. Begitu juga dengan Tersus.
“Ini adalah fakta, untuk itu saya harap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Kalteng mengevaluasi kembali perizinan TUKS dan Tersus tersebut,” katanya.

Hari juga khawatir jika tidak segera dilakukan evaluasi tidak menutup kemungkinan TUKS dan Tersus nantinya akan dipergunakan sebagai tempat penyelundupan barang terlarang, seperti Narkoba. Bahkan bisa juga sebagai pintu masuk teroris.

“Bisa saja semua itu terjadi karena selama ini pengawasan dari pihak terkait sangat lemah, dan seolah tidak mau tahu dengan aktivitas di TUKS dan Tersus,” ungkapnya.

Hari berharap, selain memperketat pengawasan terhadap aktivitas TUKS dan Tersus, aktivitas bongkar muat barang maupun minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) diharapkan secara perlahan dialihkan dan dipusatkan di pelabuhan Pelindo III Sampit.

Dengan dipusatkan aktivitas bongkar muat barang dan CPO di pelabuhan Pelindo III bisa mempermudah pengawasan setiap barang yang masuk maupun keluar.

“TUKS dan Tersus tetap jalan dan tidak ditutup, namun harus benar-benar sesuai dengan peruntukannya, dan bukan untuk aktivitas bongkar muat semua jenis barang,” demikian Hari.(ant)

BERITA TERKAIT

Leave a Comment