DPRD KOTIM 

Tindak Tegas Pusat Perbelanjaan Jual Produk Kadaluarsa

Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur.(Setwan)

Sampit,– Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rudianur meminta pemerintah daerah untuk memberikan sanksi dan menindak tegas pusat perbenlanjaan modern yang menjual produk rusak dan kadaluarsa.

“Sanksi tegas diharapkan dapat memberikan efek jera sehingga pengusaha atau pengelola bisa lebih teliti dan tidak menjual produk rusak dan kadaluarsa,” katanya disampit minggu (18/6) kemarin.

Rudianur mengungkapkan, masih adanya produk rusak dan kadaluarsa di pajang di rak penjualan diduga memang disengaja oleh pihak pengelola untuk mengeruk keuntung.

Sanksi hendaknya jangan hanya diberikan kepada pihak pengelola pusat perbelanjaan, namun juga pada pihak agen dan distributor barang.

Pihak agen dan distributor seharusnya meneliti setiap barang yang akan di salurkan ke sejumlah pusat perbelanjaan agar barang yang sudah kadaluarsa atau tidak layak konsumsi di tarik dari peredaran.

“Kami sangat menyayangkan tindakan tim gabungan satuan tugas pengawas pangan Kabupaten Kotawaringin Timur dan provinsi Kalteng yang tidak memberikan sanksi, namun hanya pembinaan terhadap sejumlah pusat perbelanjaan modern di Sampit yang ketahuan menjual dan memajang produk kadaluarsa di rak barang,” katanya.

Kasus penjualan produk rusak dan kadaluarsa ditemukan setiap tahun, namun dari dulu sanksinya hanya pembinaan dan  peringatan.

“Saya harap pengawasan peredaran barang di pusat perbelanjaan modern lebih sering dilakukan agar masyarakat terlindungi dari produk rusak dan kadaluarsa,” ucapnya.

Rudianur juga meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meneliti setiap produk yang akan di beli untuk dikunsumsi.

Sementara itu, sebelumnya tim satgas pengawas pangan gabungan dari Kabupaten Kotawaringin Timur dan pemerintah provinsi Kalteng melakukan penertiban di sejumlah pusat perbelanjaan modern di daerah itu dan menemukan ratusan produk rusak dan kadaluarsa di dijual dan di pajang di rak barang.

Tim satgas pengawas pangan gabungan yang melakukan penertiban itu terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotawaringin Timur, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan serta Laboratorium Kesehatan Daerah Kotawaringin Timur.

Produk rusak dan kadalursa temuan tim tersebut meliputi ratusan bungkus produk bumbu dapur, buah kaleng, penyedap rasa, sosis dan minuman yang kedaluwarsa atau telah habis masa aman konsumsinya. Dan ratusan produk yang kemasannya rusak serta tanpa label.

Ironisnya, produk kedaluwarsa dan kemasan rusak sehingga sudah tidak terjamin lagi keamanannya untuk dikonsumsi itu ditemukan di sejumlah pusat perbelanjaan modern seperti swalayan dan supermarket atau mal. Padahal produk kedaluwarsa itu bisa membahayakan kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya.

Dengan alasan pembinaan, petugas hanya mendata produk yang kedaluwarsa dan kemasannya rusak tersebut. Petugas kemudian meminta pengelola swalayan dan supermarket tidak menjual produk-produk tersebut agar tidak dikonsumsi masyarakat.(ant)

 

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: