DPRD KOTIM 

UMKM Kotim Butuh Dukungan Positif Pemerintah

Foto-Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur (doc setwan)

Sampit, – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah butuh dukungan positif dari pemerintah daerah terutama dalam pemasaran hasil produksi kerajinan.

Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur di Sampit, Minggu (28/5) mengatakan, perlu campur tangan pemerintah untuk memasarkan hasil produksi para pelaku usaha tersebut.

“Pemerintah daerah perlu membuat terobosan untuk memasarkan hasil produksi UMKM seperti peralatan rumah tangga hingga mebel yang terbuat dari rotan,” tambahnya.

Rudianur mengungkapkan, serapan lokal terhadap perabot rumah tangga dari rotan perlu lebih ditingkatkan lagi.

Dengan adanya serapan lokal terhadap produk lokal diharapkan mampu menumbuh kembangkan pelaku UMKM.

Menurut Rudianur, untuk meningkatkan serapan lokal terhadap produk UMKM tersebut selain dari kalangan masyarakat, pemerintah daerah juga bisa mewajibkan seluruh kantor Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di daerah itu agar menggunakan mebel berbahan baku lokal, terutama rotan.

”Kita juga berharap pemerintah daerah mampu menampung hasil kerajinan dan sumber daya lokal seperti rotan, serta memasarkan produk lokal tersebut ke daerah lain, bahkan apabila perlu membuat terobosan pemasaran ke negara lain sebagai bahan ekspor,” katanya.

Bahan baku rotan di Kotawaringin Timur sangat berkualitas tinggi dan cukup melimpah serta sangat mudah di dapat. Diharapkan hal itu bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Jika pemerintah mampu memasarkan hasil produk lokal tersebut tentunya akan berdampak luas terhadap masyarakat, selain perajin juga terhadap petani rotan.

“Saya lihat selama ini pemerintah kurang serius dalam memasarkan kerajinan berbahan dasar rotan, akibatnya pelaku UMKM lebih banyak berjuang sendiri,” ucapnya.

Selain perlu dukungan dari pemerintah daerah, pelaku UMKM di Kotawaringin Timur juga perlu adanya dukungan permodalan dari pihak perbankan, atau pinjaman yang sifatnya lunak tidak memberatkan pelaku usaha.

“Pelaku usaha juga butuh pembinaan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan memenuhi standar permintaan pasar,” demikian Rudianur.(ant)

 

BERITA TERKAIT

Leave a Comment