DPRD KOTIM 

Panitia Pilkades Serentak Diminta Bertindak Netral

ilustrasi-net

Sampit, – Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Handoyo J Wibowo meminta kepada panitia pelaksana pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak untuk bersikap dan bertindak netral.

“Pilkades serentak sangat berpotensi menimbulkan konflik, untuk itu panitia harus netral dan bekerja sesuai tugasnya, profesional, independent, jujur dan adil,” katanya di Sampit akhir pekan kemarin.

Politikus Partai Demokrat itu juga meminta panitia pelaksanaan ilkades serentak untuk dapat menciptakan suasana damai, meredam semua tindakan yang dapat memicu terjadinya konflik antar pendukung pasangan calon.

Pelaksanaan Pilkades serentak di Kotawaringin Timur merupakan untuk yang pertama kalinya sehingga sangat terasa berbeda.

Di satu sisi minat menjadi Kepala Desa sangat tinggi, sehingga persaingan juga semakin ketat. Apabila ada sikap keberpihakan dari panitia pelaksana dan itu terlalu terbuka, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan konflik.

Menurut Handoyo, ada beberapa hal yang rawan menjadi pemicu konflik  di Pilkades serentak nanti, antara lain yakni persoalan daftar pemilih hingga kepada sikap netral panita Pilkades yang cenderung masih diragukan.

”Yang paling rawan juga ini soal daftar pemilih. Ini nanti ada yang tidak punya KTP di desa itu bisa saja ikut memilih. Nah ini salah satu  potensi masalah yang harus diantisipasi penanganannya oleh panitia pelaksana,” katanya.

Handoyo juga mengharapkan regulasi pelaksanaan Pilkades serentak bisa disosialisasikan ke masyarakat secara baik oleh pemerintah Kotawaringin Timur. Begitu juga para bakal calon Kades, wajib mengetahui aturan pelaksanaan Pilkades tersebut.

”Karena sudah ada Perdanya, jadi para calon kepala desa kalau ada yang kurang puas harus menggunakan jalur hukum sesuai aturan, jangan sampai membuat kubu sendiri di masyarakatnya sendiri yang ujungnya membuat konflik internal di desa,” ungkapnya.

Pilkades serentak Kotawaringin Timur rencananya akan digelar pada Agustus 2017 nanti di 81 desa yang tersebar di 17 kecamatan.

Pelaksanaan Pilkades serentak sempat tertunda beberapa kali, hal itu terjadi karena kurang matangnya persiapan dinas teknis dan instansi terkait yang menanganinya.(ant)

 

BERITA TERKAIT

Leave a Comment