DPRD KOTIM 

Legislator Desak Pemda Kotim Bentuk BUMND Kepelabuhan

Foto-M.Shaleh Anggota Komisi IV DPRD Kotim.(Setwan)

Sampit, – Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Muhammad Shaleh mendesak pemerintah daerah itu untuk segera membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dibidang kepelabuhan.

“Sektor kepelabuhanan di Kotawaringin Timur memiliki peluang dan potensi sangat besar untuk dikembangkan. Namun sayangnya belum digarap dengan maksimal oleh pemerintah daerah,” katanya  di Sampit kamis (18/5).

Shaleh mendorong pemerintah daerah untuk segera tanggap karena sektor tersebut dapat menambah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan pengelolaan pelabuhan melalui BUMD diharapkan mempermudah pengawasan dan pengelolaan. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya kegiatan ilegal, seperti penyelundupan barang-barang terlarang, termasuk narkoba.

”Payung hukum tentang kepelabuhan sudah ada, yakni Perda BUMD tentang kepelabuhanan. Sektor pelabuhan di Kotawaingin Timur ini sangat besar peluangnya untuk dikembangkan, bahkan bisa jadi penghasilan daerah kalau memang bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar,” katanya.

Lebih lanjut Shaleh mengatakan, selama ini kontribusi sektor kepelabuhanan terhadap PAD sangat kecil. Bahkan, keberadaan pelabuhan atau terminal khusus milik swasta nyaris tidak ada kontribusinya untuk daerah.

“Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) seharusnya memberikan kontribusi bagi daerah, tetapi faktanya tidak ada hasil apa-apa bagi daerah. Yang ada,  jalan kita jadi rusak,” ucapnya.

Selain itu Shaleh juga mendukung rencana pemerintah yang akan mengembangkan pelabuhan Sampit. Dirinya pun sepakat jika pengembangan pelabuhan ini berdampak kepada kemajuan dan menambah pemasukan daerah.

“Kami sangat mendukung upaya pengembangan pelabuhan di kotawaringin Timur, bahkan pelabuhan di lepas pantai Ujung Pandaran jika memang bisa dikembangkan akan kami dukung demi kemajuan sektor kepelabuhanan di daerah,” ucapnya.

Shaleh mengatakan, jika rencana itu nantinya benar-benar terwujud, maka daerah sangat diuntungkan karena akan berdampak pada percepatan pertumbuhan perekonomian dan pembangunan.

“Selama ini yang membuat Kotawaringin Timur ini lebih maju dan hidup dari kabupaten lain adalah sektor pelabuhannya, karena barang dari pelabuhan didistribusikan ke beberapa kabupaten di Kalteng,” ungkapnya.

Untuk mengimbangi pengembangan pelabuhan Sampit tersebut, pemerintah daerah harus menyiapkan infrastruktur seperti jalan yang memadai. Sebab jika tidak, tentunya akan berdampak buruk bagi daerah dan masyarakat.

Sementara itu, General Manejer PT Pelindo III Cabang Sampit, Agus Dwi Wahyono mengatakan jika saat ini pihaknya sedang berupaya mengembangkan terminal penumpang Sampit, maupun terminal barang Bagendang.

“Semua ini kita lakukan semata-mata untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan hal itu sudah menjadi komitmen PT Pelindo III Cabang Sampit,” terangnya.

Agus juga mengatakan, jika dilihat dari segi bisnis pengembang terminal penumpang Sampit dan terminal barang di pelabuhan Bagendang tentunya tidak memiliki nilai ekonomis, namun meski demikian PT Pelindo III Sampit tetap akan berupaya yang terbaik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kita yakin, meski pelabuhan di Kotawaringin Timur tidak memberikan nilai tambah bagi Pelindo III Cabang Sampit, namun keuntungan itu bisa di dapat dari pelabuhan lain yang di kelola oleh PT Pelindo,” jelasnya. (ant)

BERITA TERKAIT

Leave a Comment