PEMKAB KOTIM 

Anjangsana HUT Kalteng Bagikan Bantuan di Sepuluh Lokasi

Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri, saat memberikan sambutan.(setwan)

Sampit – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, melaksanakan anjangsana dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (16/5/2017). Anjangsana dilaksanakan ke 10 lokasi dan membagikan berbagai jenis bantuan.

Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri mengatakan, lokasi yang dituju adalah Panti Asuhan Bahagia, Nur Huda, Putra Borneo, Sabilul Muttaqien, Bumi Al Ikhlas, Al Marhamah, Annida Qolbu, Al Mubarak, El Ministry dan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit.

“Secara bersamaan, ada 10 tim yang melakukan anjang sana ke 10 lokasi berbeda untuk bersilaturahmi dan memberikan bantuan. Ini sebagai bentuk rasa syukur pemerintah daerah atas capaian selama ini,” kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur HM Taufiq Mukri di Sampit, Selasa.

Rombongan terdiri dari pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, pakaian, peralatan mandi dan lainnya. Bantuan tersebut disambut gembira penghuni panti asuhan dan warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

Khusus di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial juga memberikan bantuan berupa mesin jahit dan kelengkapannya, mesin obras, peralatan las listril dan peralatan cuci mobil. Taufiq juga berdialog dengan warga binaan untuk menyerap aspirasi mereka yang kini sedang menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan setempat.

“Kami berharap bantuan yang disalurkan di sepuluh lokasi itu bisa bermanfaat. Khusus bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan, diharapkan bisa memberi manfaat besar untuk warga binaan,” kata Taufiq.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit, Muhammad Khaeron mengatakan, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi warga binaan. Selain berbagai peralatan yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari, bantuan peralatan keterampilan juga sangat membantu warga binaan melatih kemampuan sebagai bekal memulai usaha setelah bebas nanti.

“Dengan mesin jahit dan peralatan lainnya itu, warga binaan dapat mengasah keterampilan sebagai bekal usaha. Kami berterima kasih atas perhatian besar pemerintah daerah kepada Lapas Sampit dan warga binaan selama ini,” kata Khaeron.

Sementara itu, warga binaan tampak gembira mendapat kunjungan dan menerima bantuan tersebut. Saat dalam masa pembinaan ini, mereka sangat membutuhkan perhatian untuk memberi mereka semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

BERITA TERKAIT