DPRD KOTIM 

DPRD Kotawaringin Timur Dikirimi Sayur Busuk

Foto-Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli menerima kiriman sayur yang sudah membusuk dari Perwakilan Pedagang Pasar Mangkikit usai RDP kemarin.(Setwan)

Sampit– DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dikirimi sayur busuk oleh sejumlah pedagang pasar Mangkikit Sampit sebagai bentuk ungkapan kekecewaan pedagang terhadap lembaga tersebut.

Ketua Pasar Mangkikit Sampit, Ahmad Soleh di Sampit, Selasa mengatakan, dengan kami kirimi sayuran yang membusuk tersebut saya berharap mereka bisa melihat dan tahu serta peduli dengan kesulitan yang sedang dihadapi pedagang pasar Mangkikit Sampit.

“Kita sudah beberapa kali mengadu ke DPRD melalui surat resmi mengenai beberapa permasalahan yang sedang dihadapi pedagang saat ini, namun tidak ada tanggapan dari lembaga tersebut,” tambahnya.

Soleh mengungkapkan, para pedagang berharap DPRD membantu meyelesaikan permasalahan, seperti belum adanya kejelasan kapan selesainya pembangunan pasar Mangkikit yang baru, berubah-ubahnya harga los pasar yang diajukan pihak pengembang.

Sedangkan permasalahan yang baru muncul saat ini adalah maraknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan trotoar di sekitar pasar penampungan sementara sehingga menutup pedagang yang berjualan di dalam pasar.

“Saya berharap pemerintah daerah bersama DPRD menertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan trotoar karena keberadaan mereka telah merugikan pedagang yang berjualan di dalam los pasar penampungan sementara, yakni pasar lapangan Kodim 1015/Sampit.

Lebih lanjut Soleh mengatakan, dagangan milik pedagang yang berada di los pasar penampungan sementara tidak laku, bahkan hingga membusuk akibat tertutup oleh pedagang yang menggelar dagangannya di pinggir jalan dan trotoar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotawaringin Timur Jhon Krisli meminta kepada para pedagang untuk bersabar dan tidak perlu panik karena pembangunan pasar Mangkikit saat ini masih dalam tahap pengerjaan pihak pengembang meski banyak kendala dalam proses pebangunannya.

“Saya harap pedagang sabar dan bisa mengerti akan kendala yang dihadapi pengembang. Sedangkan mengenai penertiban pedagang yang menggelar dagangannya di pinggir jalan dan trotoar akan dikoordinasikan dengan dinas teknis dan instansi terkait seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan karena menggelar lapak dagangan di pinggir jalan dan trotoar dilarang serta dapat mengganggu pengguna jalan raya,” terangnya.

Lebih lanjut Jhon mengatakan, pembangunan pasar Mangkikit di perkirakan tidak akan selesai sesuai dengan target yang telah disepakati.

Dimana sebelumnya pihak pengembang menargetkan pembangunan pasar tersebut akan selesai pada Agustus 2017, namun fakta dilapangan pengerjaannya saat ini baru mencapai sekitar 35 persen.

“Perkiraan saya mungkin bangunan itu baru akan selesai sekitar Desember 2017. Tidak dapat selesai sesuai target karena pihak pengembang saat ini kesulitan mendapatkan bahan bangunan seperti pasir dan tanah urug. Hal itu terjadi akibat pemerintah provinsi Kalteng menertibkan dan menutup seluruh tambang galian C ilegal,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment