DPRD KOTIM 

50 Persen Pegawai Kontrak Pindak Ke Kota

net

Sampit, – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rimbun menilai sedikitnya 50 persen pegawai kontrak yang bertugas di wilayah pedalaman pindah ke ibu kota kabupaten.

“Hasil laporan dan pendataan yang kami lakukan di lapangan memang seperti itu. Hal ini tentunya sudah tidak sesuai dengan tujuan awal perekrutan tenaga kontrak,” katanya di Sampit, Selasa (12/4).

Rimbun mengungkapkan, tenaga kontrak yang pindah ke wilayah perkotaan itu pada umumnya adalah guru dan tenaga kesehatan.

Akibat kepindahan guru dan tanaga kesehatan itu sekarang sekolah dan Puskesmas kekurangan pegawai. Layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah pedalaman juga terganggu.

Rimbun mengaku dalam waktu dekat memanggil dinas teknis dan instansi terkait untuk mengetahui secara pasti di setujuinya kepindahan tenaga kontrak tersebut.

Berdasarkan informasi, tenaga kontrak guru mapun petugas kesehatan tersebut pindah dengan alasan mengikuti suami atau istri.

“Itu alasan klasik, dan melanggar perjanjian kontrak karena dalam perjanjian itu disebutkan mereka bersedia ditempatkan dimana saja yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur,” katanya.

Kepindahan sejumlah guru dan petugas kesehatan ke kota juga telah mengganggu program pemerintah daerah, yakni dalam pemerataan sebaran guru dan tenaga kesehatan.

Lebih lanjut Rimbun mengatakan, akan menvaluasi kembali kontrak pegawai yang pindah tugas tersebut.

“Mereka di gaji menggunakan APBD yang angkanya cukup besar, yakni mencapai Rp20 miliar lebih. Jadi wajar jika keberadaan mereka perlu dievalasi karena sudah menyimpang dari tujuan awal,” terangnya.

Rimbun berjanji akan mencari biang atau pihak yang mensetujui kepindahan guru dan petugas kesehatan tersebut.

“Kita lihat saja nanti, jika tetap ada tenaga kontrak yang pindah tugas ke kota, maka anggaran untuk gaji mereka akan kita hentikan, sebab sudah tidak sesuai dengan tujuan awal,” tutup Rimbun.

 

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: